Korea Trip The Series: Namsan Tower - Itaewon - Gangnam

by - April 27, 2017

Hari ke dua di Korea telah kami lalui dengan melihat sejarah jatuh bangunnya negara ini, maka untuk hari ketiga yang jatuh pada weekend yaitu hari Sabtu, kami memutuskan untuk pergi ke tempat yang sedikit hedonis dan romantis (Halah!) Belum tentu 10 tahun sekali kami berdua bisa "tega" trip tanpa membawa krucil. Jadi apa salahnya bukan mengenang masa pacaran dulu . (Tsahh..!)

Tujuan kami yang pertama yaitu Namsan Tower. Letaknya di bukit Namsan. Sebetulnya ini merupakan menara siar dan observasi kantor-kantor broadcasting di Korea, namun karena kerap muncul dalam berbagai set drama, tempat ini menjadi terkenal. Suami yang buta drama Korea sudah ribut menanyakan apa sih keistmewaan dari Namsan. Ternyata setelah membaca di berbagai brosur-brosur yang ada, penjelasan tentang Namsan tetap saja kurang menarik baginya. Saya tentu saja dengan sikap persuasif, menjelaskan bahwa belum ke Korea kalau belum ke Namsan, seperti belum ke Bali kalau belum ke Tanah Lot. Alasan yang sekenanya memang, namun akan lebih beresiko trip akan batal apabila saya mengatakan, di sanalah tempat Gu Jun Pyo menunggu Geum Jan Di dalam serial Boys Before Flowers. Untunglah saya akhirnya berhasil membujuk suami untuk ke Namsan.

N Seoul Tower atau Namsan Tower

Untuk menuju ke sana bisa dengan cable car, subway atau bus. Saat itu kami memilih bus karena bus tujuan ke Namsan ternyata berhenti di beberapa lokasi menarik untuk dikunjungi. Seperti negara maju lainnya, budaya antre ada di setiap sudut Seoul. Untuk naik bus saja  mereka terbiasa tertib antre sesuai dengan linenya. Bahkan koper atau bawaan, ditaruh tepat disamping sehingga ikut berjajar rapi membentuk antrean juga. Dari Myeongdong, tiket bus ke Namsan bisa didapatkan di Myeongdong station line 4 exit 3. Tepat di depannya terdapat loket penjualan tiket bus menuju Namsan. Harga tiket saat itu 1200 Won/ cash, ada juga dalam bentuk T card. Bis ini selalu datang setiap 15 - 20 menit, jadi jangan khawatir apabila sedang asyik melihat lihat tempat wisata kemudian bis yang telah dinaiki pergi. Pasti akan datang bis berikutnya dan kita bisa naik kembali tanpa membayar lagi.

Untuk menuju N Seoul Tower, mesti mendaki tanjakan yang lumayan tinggi. Namanya juga tower observasi mana mungkin di dataran rendah bukan ? Begitu sampai di atas, maka kita bisa melihat landscape kota Seoul dari ketinggian. Tidak terlalu jernih memang, karena nampak semacam asap tipis menyelubunginya. Kamipun mulai berdebat tentang asap itu. Apakah itu kabut ataukah semacam asap polusi ?☺


gbr1 : Ini loh materi perdebatan (tidak penting) suami istri? Ini kabut atau asap polusi? ☺



Pemandangan di Namsan juga cantik. Terlebih saat itu autumn. Warna daun mulai berubah menjadi merah atau kuning. Di sana juga terdapat persewaan Hanbok atau baju adat Korea untuk dipakai photo atau berkeliling area. Namun karena anak saya pernah berkomentar "Ibu makin ndut kalau pakai baju itu" saat saya mengutarakan niat akan memakainya, maka sejak saat itu keinginan saya untuk mencoba pun langsung padam hahaha.

Di Namsan juga terdapat show bela diri Korea Selatan. Diawali dengan pasukan penabuh genderang, yang makin lama makin keras bahkan sedikit trance dalam membunyikan tamburnya. Satu persatu pasukan yang membawa senjata bela diri Korea maju untuk unjuk kebolehan. Wuihh..! Alat perangnya tajam-tajam, bahkan ada yang bisa memotong puluhan bilah bambu dengan sekali tebas.

gbr2. Pasukan bela diri Korsel sedang bersiap untuk atraksinya.
Ke N Tower tanpa melihat gembok cinta rasanya ada yang kurang bukan? Jadi sayapun mengajak suami untuk sekedar melihat-lihat tanpa berniat untuk ikut memasang . Gemboknya berbentuk lucu-lucu dan beraneka ragam.
gbr3. Selfie-selfie saja disini. Gemboknya warna-warni dan berbentuk lucu.
Itaewon

Setelah puas di Namsan Tower, suami mengajak makan siang ke Itaewon karena menurut brosur wisata di sana banyak terdapat coffee shop dan pertokoan vintage. Saya setuju, terlebih teringat pesan sponsor dari keponakan untuk mendapatkan photo real artis k.pop apabila bertemu, siapa tahu artisnya sedang ngopi-ngopi ganteng di sana (Halah!). Masih dengan bis yang sama kami menuju Itaewon. 

Ternyata sepanjang jalan Itaewon memang banyak terdapat pertokoan vintage yang menjual pakaian, aksesoris hingga perlengkapan rumah tangga yang bercorak klasik. Suami langsung betah di toko buku vintage, sedangkan saya kalap hilir mudik antara toko buku, pakaian dan aksesoris. Bingung memilih yang mana. Pakaian di Korea di dominasi warna-warna pastel. Akhirnya saya memilih sweater warna kesukaan, buku-buku untuk anak-anak (tentu saja aksara Latin) serta jaket untuk orang tua kami.

Puas berbelanja, kami pun masuk ke salah satu coffee shop. Pilihan kami jatuh ke nasi campur Korea atau   bibimbap dan tentu saja secangkir kopi untuk suami.

gbr.3 . Ruas jalan di Itaewonn

gbr4. Toko buku di Itaewon
Gangnam

Siapa yang belum pernah mendengar nama Gangnam? Salah satu distrik di Seoul ini menjadi populer karena diangkat menjadi lagu dan tarian oleh salah satu penyanyi Korea. Karena hari masih sore, dan kamipun ingin melewatkan Saturday night di jantung kota Seoul, maka Gangnam menjadi pilihan selanjutnya. Dari Itaewon kami naik subway menuju ke Seoul Station untuk kemudian berpindah ke line 2 arah ke Gangnam.

Saat bulan Oktober, Korsel sedang mengadakan event pariwisata yang diberi nama Seoul Fair 2016. Toko-toko besar di Seoul akan memberikan diskon belanja hingga 80 % bagi pembeli. Di tanah air semacam Jakarta Midnight Sale mungkin ya. Gangnam merupakan tempat yang tepat buat menikmati event ini karena sepanjang ruas jalan dipenuhi dengan mall-mall besar dengan brand high end, yang terkenal seperti COEX, Apgujeong, Cheong dam dan Lotte World tentu saja . Klinik - klinik kecantikan juga banyak terdapat di Gangnam. Belum lagi perempatan Teheran yang merupakan gerai dan kantor pusat dari Brand elektronik Korsel seperti Samsung, LG nampak selalu padat dan ramai. 

Lelah berbelanja dan menikmati Gangnam. Kami pun menghabiskan sisa malam minggu di Garosu-gil, sebuah taman yang luas dan indah di tengah distrik ini. Taman tersebut juga menawarkan tempat makan yang sangat mengundang selera. Banyak pasangan mengambil photo berdua atau sekedar duduk-duduk di bawah pohon gingkgo berdaun warna merah yang makin mempercantik senja di Seoul. Buat yang belum punya pasangan? Tidak ada salahnya juga untuk ikut menikmati sambil berdoa, agar suatu saat bisa kembali merasakan moment yang sama namun kali tersebut dengan pasangan yang sudah menemani.☺


Garosugil. It's fun:
gbr5. Garosu-gil di bulan Oktober dengan jejeran pohon gingkgo



You May Also Like

0 komentar

Laman