Travelling with Kids

by - Mei 14, 2017

Beberapa kali kami melakukan perjalanan atau travelling bersama anak-anak. Baik itu via pesawat ataupun mobil. Dari yang paling dekat seputar dalam kota hingga antar negara. Dari yang hanya menempuh waktu hitungan satu atau dua jam hingga 18 jam belum dihitung transitnya.

Saat anak pertama menginjak usia 6 bulan saya bawa ia ke Palembang untuk suatu acara keluarga. Enam bulan merupakan usia anak termuda yang pernah kami bawa saat melakukan perjalanan. Sedangkan adiknya, saat usia 9 bulan, kami ajak berwisata ke Milan. Lama perjalanan saat itu 18 jam belum terhitung 5 jam transit di Dubai.

Repot ? Wahhh..! Tentu saja. Mengajak anak travelling merupakan hal yang merepotkan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan, banyak barang yang perlu dibawa, selain itu juga lebih costly. Semua demi kenyamanan si kecil. 
Kapok ? Malah ketagihan tuh . Moment saat kami pergi berlibur bersama sebagai satu keluarga merupakan kenangan yang indah sekali. Bukan hanya bagi kami sebagai orang tua namun juga bagi masa kanak-kanak mereka.

Beberapa kali kami memang pernah travelling tanpa mengajak mereka. Kalau suami sih karena business trip sedangkan saya dengan alasan mencari me time alias plesir sendiri 😅. Suami yang alasan pekerjaan, okelah ! Tidak dimasukkan dalam hitungan, sementara saya dengan alasan happy happy perlu rasanya dijadikan pembanding.

Saat travelling sendiri memang semuanya terasa jauh lebih mudah, praktis dan hemat namun ada sesuatu di dalam diri yang kurang "sreg". Mungkin itu bentuk guilty feelings karena meninggalkan anak-anak di rumah walaupun ada orang tua saya yang ikut menjaga, atau mungkin saya sudah terbiasa pergi bersama mereka, menikmati moment liburan bersama. Ada yang diomeli, ada yang dipeluk, ada mulut-mulut kecil yang menganga heran saat menyaksikan atraksi, ada yang disuapi, ahh..ada banyak hal kecil lain yang membahagiakan. Jadi menurut saya, travelling bersama anak-anak memang sungguh merepotkan namun sekaligus amat membahagiakan.

gbr.1 Saat di Dubai bersama anak umur 5 tahun yang tidak bisa diam serta bayi umur 9 bulan yang pecicilan 😀. Emaknya muka kumel tidak sempat sisiran apalagi make up.



Saat akan berangkat travelling biasanya urusan packing adalah tanggung jawab saya. Dulu...saya tidak pernah membuat list apa saja yang mau dibawa, namun karena suatu kejadian, ketika anak saya terpaksa opname di Kuala Lumpur sementara kami hanya membawa minyak telon sebagai "medical kit" nah ! Sejak itu saya pun kapok berpergian tanpa persiapan yang baik. Selain itu juga rajin melakukan cek dan ricek apa saja yang mesti dibawa. Bukankah segala sesuatu yang sudah dipersiapkan dengan baik akan membuat lebih mudah dan nyaman ?

Berikut cek list versi keluarga kami. Semoga juga berguna untuk keluarga-keluarga yang lain.

gbr.2 . Packing list ala keluarga kami.




Tentu saja setiap keluarga memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Misal dalam pemakaian gadget. Saya tergolong ibu yang membatasi pemakaian handphone, smartphone, tablet, dan semua keluarga gadget beserta turunannya pada anak-anak saya, namun bagi keluarga yang tidak masalah anak-anak bermain gadget, alat ini bisa dimasukkan dalam opsi utama. Sekali lagi semua tergantung kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga.









You May Also Like

0 komentar

Laman