3 Resep Traditional Meringankan Batuk Pilek Anak

by - Juni 15, 2017





Seminggu lalu Little A dan Little C kompak sakit demam serta batuk pilek. Bulan Juni seperti sekarang memang udara di Bali sedang berangin kencang. Batuk pilek memang penyakit langganan bagi anak-anak terlebih yang memiliki riwayat alergi dingin pada pergantian musim seperti saat ini. 

Terlebih kalau malam datang, mereka berdua seperti barlomba batuk dan mengeluh hidung tersumbat. Beberapa kali saya memberi uap yang mengandung ventolin nebulize 2.5 mg berdasarkan resep yang dokter anak berikan, agar pernapasan mereka lebih longgar dan hangat. Namun uap juga mengandung obat kimia yang digunakan terus terusan juga hasilnya tidak baik buat tubuh anak-anak. 

Saya mengutarkan kekhawatiran saya pada dokter anak kami. Beliau pun mendukung ketika saya ingin melakukan treatment terapi dengan menggunakan khasiat alam dan rutin olahraga renang dan jalan pagi untuk penanganan batuk pilek pada Little A dan Little C.

Iseng-iseng saya melontarkan pertanyaan tentang obat traditional batuk pilek bagi anak-anak di sosial media. Ternyata beberapa mama memberi respon dengan sharing pengalaman mereka menggunakan resep traditional bagi keluhan batuk pilek pada anak. Kira-kira begini rangkumannya :

1. Air jahe hangat dan Sup Ayam

Tambahkan potongan jahe dalam teh untuk mengusir batuk dan pilek.

Teman saya yang bernama Luh Puspita berdasarkan pengalaman pribadinya memberikan saran untuk minum air hangat, minum jahe hangat, berjemur di sinar matahari, dada dan punggung anak diolesi balsam anak yang hangat serta mengkonsumsi sup ayam kampung.

Image result for chicken soup

Apa kaitannya antara jahe dengan batuk pilek pada anak? Ternyata ketika saya menanyakan pada dokter anak, jahe memiliki kandungan yang bernama Shogaols. Nah ! Kandungan tersebut yang mampu memerangi virus penyebab batuk flu dan menghangatkan saluran napas. Cara membuatnya sih sangat gampang, Potong beberapa jahe dan tambahkan jahe ini ke dalam teh hangat. Minumlah selagi hangat sambil duduk dengan santai dan rasakan langsung khasiat teh jahe pada tubuh. 

Teh jahe ini diyakini sebagai obat untuk batuk dan pilek. Namun karena Little A dan Little C belum saya perbolehkan untuk mengkonsumsi teh maka saya memasukkan irisan jahe segar ke dalam air mendidih. Biarkan jahe ikut mendidih. Pastikan campuran cukup ampuh untuk meredakan tenggorokan. Minuman jahe dengan diberi madu asli. Untungnya Little A dan Little A menyukai rasa minuman tersebut. 

Pemberian sup ayam kampung saya rasa sih fungsinya sama dengan minuman jahe tersebut. Untuk menghangatkan badan dan saluran pernapasan. Begitu juga dengan pemberian balsam hangat dan berjemur di sinar matahari saat pagi hari.


2. Buah Pear Xiang Li 

Lain lagi dengan pengalaman kedua teman saya, Mei dan Lynda. Apabila anak-anak mereka mengalami batuk pilek serta radang tenggorokan ringan, kedua saudara tersebut memberikan juice buah pear Xiang Li atau rebusan buah pear xiang li. Apa saja sih khasiat dalam buah pear jenis ini ?

Ternyata manfaat buah pear ini pernah diulas dalam www.vemale.com/kesehatan/-makan-buah-pir-untuk-obati-batuk-dan-demam. Beberapa buku tentang pengobatan cina yang pernah saya baca juga mengulas khasiat buah pear dalam meringankan radang tenggorokan ringan pada anak. Dalam satu buah pir ukuran sedang akan memberikan 12% dari kebutuhan vitamin C harian, serta 10% vitamin K, 6% dari kalium dan jumlah yang lebih kecil dari kalsium, zat besi, magnesium, riboflavin, vitamin B-6 dan folat. 

Alhasil kombinasi dari pengobatan modern dan traditional menyarankan agar saat batuk atau demam, tubuh diberi asupan nutrisi dari buah pir. Membantu meredakan demam dan batuk, buah ini juga meningkatkan immune tubuh sehingga dapat memerangi bakteri yang ada di dalam tubuh.


Image result for pear xiang lie juice

Lynda juga menambahkan untuk menguapi Sean, anaknya dengan uap air panas begitu Sean bangun tidur. Saya sempat mempraktekkan hal tersebut pada Little C saat Little C batuk pilek hampir dua minggu. Hasilnya walaupun tidak instant namun cukup mengurangi batuk serta bersinnya di pagi hari.


3. Bunga belimbing wuluh

Salah satu ibu yang memiliki resep traditional untuk penyembuhan batuk pilek pada anaknya adalah Miss Helmy. Sehari-hari beliau mengajar di salah satu sekolah international di Bali. Termasuk mengajar anak saya hehe. Miss Helmy memberikan resep rebusan bunga belimbing wuluh untuk meredakan batuk pilek pada anaknya.

Pada dasarnya bunga belimbing wuluh memiliki kandungan Vitamin C yang tinggi serta Glukosid, tanin, asam format, peroksida, saponin, kalsium oksalat, sulfur, dan kalium sitrat pada bagian buahnya (menurut buku khasiat dan manfaat belimbing wuluh; Parikesit; 2015).

Caranya dengan menggunakan bunga, daun serta buah belimbing wuluh sejumlah satu genggam saja. Bersihkan bersih lalu rebus dengan 4 gelas air berbarengan gula batu sampai tersisa 2 gelas. Sesudah dingin, airnya disaring serta diminum 2 x satu hari dengan cara teratur.

Saya pribadi belum pernah mempraktekkan hal ini pada kedua anak saya karena kesulitan mendapatkan bunga belimbing wuluh di Bali. Namun, orang tua saya membenarkan resep tersebut karena pernah mengkonsumsinya saat mereka muda dahulu.


Teman saya yang lain, Diana yang juga seorang blogger tetap mempertahankan obat batuk racikan yang hanya dijual di Palembang, dimana ia dibesarkan. Obat batuk racikan tersebut khusus diorder saat Lala, anaknya yang lucu banget itu, sedang sakit batuk pilek.

Nah, itu dia beberapa resep untuk mengurangi batuk pilek serta radang tanggorokan pada si kecil. Untuk kasus batuk pilek karena alergi seperti Little A dan Little C memang dibutuhkan kesabaran serta terapi yang terus menerus. Pemberian obat dari alam serta apapun yang berjudul terapi hasilnya memag tidak instant. Selain itu tetap dibutuhkan konsultasi secara medis apabila gejala semakin berat dan sakit tak kunjung membaik ya. 

You May Also Like

0 komentar

Laman