Serunya Melihat Dolphin Secara Langsung dari Lovina Beach Bali

by - Juni 15, 2017

Pada libur pergantian tahun 2017 ini saya dan keluarga besar mengadakan short trip ke Lovina Singaraja Bali. Kebetulan orang tua yang berdomisili di Jogja bisa bersama-sama merayakan tahun baru di Bali. Berangkatlah kami ke Singaraja bersama keluarga besar meliputi orang tua saya sendiri, mertua, adik kakak serta ipar dan keponakan. Lengkap banget pokoknya.


Rencana utama merayakan tahun baru di Singaraja adalah "berburu" dolphin alias melihat lumba-lumba langsung dari habitatnya di Lovina Beach. Rencana selanjutnya yang juga penting adalah berburu kuliner asli Singaraja. Liburan terasa kurang apabila wisata kuliner ditinggalkan. Setuju bukan ?

Kami berangkat dengan mengendarai mobil pribadi, karena acara keluarga besar maka diperlukan 5 mobil MPV bermuatan tujuh penumpang. Maka, konvoilah kami saat itu menuju Singaraja. Di sana kami menyewa rumah semi villa, pemesanan dilakukan melalui airbnb, kami mendapatkan akomodasi dengan 4 kamar tidur lengkap dengan dapur serta ruang tamu yang merangkap ruang keluarga. Karena hanya 4 kamar tidur maka generasi muda dan bapak-bapak terpaksa tidur di ruang tamu atau ruang kelurga. Tapi justru hal tersebut sangat mengasyikan bagi mereka. Toh ! Ternyata mereka begadang terus selama liburan.

Berangkat dari Denpasar pada pukul 6.30 pagi untuk menghindari kemacetan, mengingat musim liburan. Ternyata betul, perjalanan ke Singaraja yang biasa ditempuh selama 2 jam akhirnya molor empat jam. Beberapa kawasan seperti Bedugul mengalami kemacetan total. Kami sampai di Singaraja tengah hari. Setelah mencari cari alamat villa tempat menginap telebih dahulu, kami memutuskan untuk acara bebas pada hari itu. Saya memilih untuk tetap tinggal di villa karena Little C dan Little A mengeluh kecapekan setelah seharian di mobil. Lagipula, esok harinya merupakan jadwal melihat dolphin di Lovina Beach.

Untuk melihat lumba-lumba di lautan diperlukan bangun pagi - pagi buta sebelum matahari terbit. Apabila cuaca hujan maka tour melihat lumba-lumba pasti akan dibatalkan. Selain alasan keselamatan, saat cuaca buruk lumba-lumba enggan untuk nongol di permukaan. Sebelumnya kami memesan tour melihat lumba-lumba ini lewat internet. Biayanya Rp.350 ribu sudah meliputi sewa perahu, antar jemput serta guide. Karena membawa mobil sendiri maka fasilitas antar jemput tidak kami pergunakan. Satu perahu berukuran besar bisa muat delapan orang sedangkan perahu yang kecil hanya lima orang. Guide kami bernama Pak Made.

Pada hari tour melihat lumba-lumba di Lovina Beach maka kami bangun pada pukul 4.30 pagi. Little A dan Little C juga enak sekali diajak kerjasama pada pagi itu. Biasanya mereka susah untuk bangun pagi, hari tersebut bahkan mereka duluan yang bangun. Tepat pukul 5 kami sudah sampai di Lovina beach dan Pak Made juga sudah menunggu di tepi pantai.

Sambil menunggu perahu di persiapkan, kami mengisi perut di warung makanan yang terdapat di sana. Kopi, teh panas serta pisang goreng menjadi menu pilihan penganjal perut. Mama saya menyarankan untuk membawa pisang goreng sebagai bekal apabila mual di tengah laut. Beliau menyarankan sambil melirik saya. Tentu saja saya menolak mentah-mentah ketika dituduh mabuk laut. Namun suami setuju dengan ide mama, akhirnya membeli beberapa pisang goreng untuk dibawa saat berlayar. 


Setelah perahu siap, maka berangkatlah rombongan untuk melihat lumba-lumba di Lovina secara langsung. Hari masih gelap, matahari belum terbit sepenuhnya, hanya langit yang berwarna keemasan yang menandakan sebentar lagi ia akan terbit. Little A sangat antusias dan berceloteh terus menanyakan ini itu, sementara Little C menangis ketakutan sambil berpegangan erat-erat pada saya. Lucu sekali tingkah laku keduanya.

Pada awalnya lumba-lumba yang ditunggu kemunculannya tidak mudah untuk dicari. Pak Made guide sekaligus nahkoda jukung terpaksa mengarahkan jukung lebih ke tengah laut. Sementara hari mulai cerah, matahari makin jelas terlihat sinarnya. Saat di tengah Lovina, loncatan para dolphin yang kami tunggu akhirnya dapat terlihat jelas. Satu persatu mereka meloncat di samping jukung wisatawan seperti mengajak berlomba mengarungi laut Lovina. Tenyata bukan hanya satu lumba-lumba, beberapa kali rombongan dolphin heboh menunjukkan lompatan di sisi, di belakang bahkan di depan jukung. Indah sekali.


Pada pukul 9 pagi matahari makin tinggi dan ombak pun makin keras. Pak Made memutuskan untuk kembali ke daratan. Saat itulah saya merasakan pusing dan mual. Rupanya gejala mabuk laut menyerang. Melihat muka saya berubah pucat, suami menyuruh untuk makan pisang goreng dan minum teh panas yang tersedia di termos. Rupanya manjur bagi saya. Lama kelamaan mabuk laut saya hilang. Untung mama berada pada perahu berbeda sehingga saya tidak perlu malu karena tebakannya ternyata betul.

Berburu dolphin di lautan lepas bersama keluarga seperti ini ternyata mengasyikan. Bukan saja karena manusia sendiri yang datang ke habitatnya sehingga lumba-lumba tidak ditangkap untuk dibawa ke daratan namun juga bisa melihat matahari terbit dari tengah lautan. Udara laut di pagi hari juga menyegarkan paru-paru. Perlulah sekali kali paru-paru diberi keistimewaan menghirup oksigen bersih setelah selama ini dibebani dengan polusi.


Berikut Biaya yang diperlukan saat akan melihat dolphin di Lovina :

Sewa perahu ukuran besar dan sudah termasuk guide : Rp. 350 ribu

Tip untuk guide : Rp 100 ribu

Makanan  : Rp 150 ribu

Tips 

1. Jangan telat bangun pagi saat hari melihat dolphin di Lovina karena semakin siang matahari semakin terik dan lumba-lumba akan semakin ke tengah lautan. Jukung tidak berani berlayar ke tengah Lovina.

2. Sarapan penting banget setidaknya perut diisi minuman hangat atau cemilan untuk mengindari masuk angin.

3. Bawa jaket. Angin kencang sekaligus dingin ketika jukung mulai berlayar.

4. Bawa camilan dan minuman panas bila perlu saat berlayar, terutama yang punya riwayat mabuk laut seperti saya .

5. Lumba-lumba tidak terganggu apabila kita berteriak kegirangan saat melihat mereka pamer loncat indahnya. Jadi enjoy the trip  ya .












You May Also Like

0 komentar

Laman