Thailand Trip Series : Patong

by - Oktober 04, 2017

Trip ke Thailand akan saya tulis beberapa bagian. Tentang Patong, Maya Beach dan Phi-phi Island serta review tentang Angsana Hotel. Semuanya terletak di Phuket. Dengan wilayah geografis Thailand yang cukup luas, family trip kami hanya meliputi Phuket dan sebagian kecil Bangkok. Itupun masih banyak yang belum kami jajaki. Mudah-mudahan jika ada rejeki dan kesempatan bisa kembali ke Thailand lagi ya. Amin 😊




Selain wisata adventure maka wisata kuliner merupakan satu yang mesti dicoba saat kami melakukan trip kali ini. Makanan di Thailand rasanya terdapat dua tipe. Enak dan enak banget ! 😋 Tapi memang begitu menurut saya dan keluarga. Lil'A yang biasanya picky eater saja melahap berbagai varian makanan tanpa protes dan pilih-pilih. Anehnya saat kembali ke Indonesia, dia tetap tidak menyukai masakan Thailand yang ada di Bali. Mungkin saat di sana terbawa suasana liburan kali ya? Entahlah. Selain itu harga makanan tidak berbeda jauh dengan di Bali khususnya Seminyak, Ubud atau Nusa Dua. Mungkin malah lebih murah di Thailand. Tidak heran, karena makanan serta bahan baku mereka produksi sendiri.




Berbagai kuliner seperti mango sticky rice, tom yam, ikan bakar berbumbu khas Thai yang agak-agak pedes namun tetap yummy, chicken grill yang berbumbu legit, asam, pedas, enak. Belum lagi beragam buah-buahan segarnya. Aduh ! Saat mengetik list ini saja air liur saya sudah terbit hihi.


Image result for mango sticky rice thailand

Image result for mango sticky rice thailand


Kami sekeluarga (sebetulnya beserta keluarga kakak dan ipar, orang tua serta mertua saya.) Berangkat ke Thailand pada bulan Desember, 3 hari setelah kami merayakan Natal. Tujuan pertama dari Bali adalah Phuket untuk kemudian dilanjutkan ke Bangkok melalui penerbangan dari Phuket. Pesawat dari Bali terdapat beberapa yang direct langsung Phuket. Namun karena keluarga yang dari luar Bali harus transit di Changi maka kami sengaja memesan pesawat transit Singapura untuk kemudian bisa bersama satu maskapai yang telah dipesan.


Image result for phuket international thailand

Dari Changi kemudian menuju Phuket International Airport kira-kira waktu tempuhnya 2.5 jam. Phuket International Airport termasuk bandara yang sibuk dan besar. Namun entah mengapa kesannya semrawut, menurut pendapat saya. Terlebih insiden langsung terjadi saat mencari taxi, tas milik orang tua langsung dibawa pergi oleh sopir taxi dan "dipaksa" diletakkan di bagasi taxinya. Untunglah kakak saya segera sigap mengambil lagi sambil tentu saja menghadiahkan omelan ke sopir taxi nakal tersebut.


Image result for phuket international thailand
Add caption
Jalan protokol serta lalu lintasnya tidak lebih baik dari Bali. Karena sudah biasa dengan kesemrawutan, saya dan keluarga memaklumi dan menghabiskan waktu di tengah kemacetan lalu lintas dengan melihat lihat kiri kanan. Bagusnya di Phuket lebih banyak high way sehingga titik kemacetan hanya di tempat-tempat tertentu saja.


Add caption
Kami memesan akomodasi di Patong Beach Hotel. Letaknya di daerah Patong dan tepat di tepi pantainya. Setelah check in dan menikmati welcome drink yang terdiri dari juice nanas (yang membuat Lil'C menangis karena dikiranya juice manis namun ternyata asam hehe) .



Akhirnya kami-pun diantar ke kamar masing-masing. Saya agak kaget juga dengan bell boy di sana, mereka tidak segan-segan untuk meminta tip serta menyebutkan nominal minimumnya. Ternyata keluarga saya yang lain pun diperlakukan sama. Suami yang sempat beberapa bulan bertugas di Thailand bagian Selatan mengatakan memang seperti itu kebiasaan service di negara ini. 









Karena merupakan hari pertama, kami hanya berjalan-jalan di kawasan Patong. Mencoba naik tuk-tuk, bermain di pantainya dan tentu saja wisata kuliner. 




Buat yang membawa anak kecil atau remaja sepertinya extra hati-hati karena cafe maupun pub diperlihatkan dengan vulgar sekali (menurut ukuran saya). Padahal waktu belum larut malam.




Pukul 6 sore, gadis-gadis (atau bukan ya? Entahlah pokoknya secara fisik seperti perempuan) sudah atraktif membagikan brosur dengan pakaian minim dan gesture menggoda. Belum lagi dekorasi pada pub dengan tiang-tiang di setiap mejanya (you know what I mean) serta tayangan di plasma tv yang menggambarkan event-event club untuk 17 tahun ke atas silih berganti ditayangkan sebagai bagian promosi di setiap pub di sepanjang jalan. Kadang saya mesti menutup mata Lil'A sementara Lil'C saya sibukkan dengan mainan atau es krim coklat.






Belajar pada pengalaman tersebut, maka hari berikutnya saya ngotot ingin main ke mall. Diam-diam saya bertanya ke resepsionis hotel, dimana playkids terdekat. Ternyata letaknya satu area dengan Jungceylon Mall. Jungceylon ini merupakan shopping mall di area Patong. 






Tidak jauh dari Jungceylon Mall terdapat The Kids Club Phuket. Terletak di lantai atas bangunan yang di bawahnya terdapat toko-toko yang menjajakan berbagai baju dan aksesoris wanita. The Kids Club Phuket berada di tengah - tengah Jungcyelon mall dan ruas jalan Bangla. Nah ! Di ruas jalan Bangla banyak terdapat makanan bercita rasa timur tengah dan india.






Singkat cerita para mama yang lain menjadi sekutu saya. Jadilah anak-anak seharian puas bermain di Kids Club sementara para mama bernapas lega (sambil window shopping tentu saja! Ingat..kids clubnya satu area dengan mall hihi) sementara para papa? Kami tidak tahu mereka seharian pergi kemana saja. Hanya saat menjemput para anak-anak dan perempuan di The Kids Club semuanya berwajah cerah hahaha.



Image result for the kids club patong

Image result for the kids club patong




Alamat Jungceylon Mall :

Tambon Patong, Amphoe Kathu, Chang Wat Phuket 83150, Thailand

Hours :11 AM - 10 PM


Alamat The Kids Club Phuket

The Kee Resort and Spa, Patong, Phuket, Thailand

Hours : 10 AM - 12 PM














































You May Also Like

0 komentar

Laman