Thailand Trip Series : Maya Beach & Phi Phi Island

by - Oktober 07, 2017

Agenda kami selanjutnya pada family trip ke Thailand selain menjelajahi Patong di Phuket Island, kami juga mengunjungi Maya Beach dan Phi Phi Island. Kali ini orang tua kami tetap memilih tinggal di Patong saja begitu mengetahu bahwa perjalanan ke sana mesti naik boat dan berjam-jam di atas perairan. Jadilah yang muda-muda yang berangkat. Lil' A dan Lil' C juga turut serta.



Banyak ditemui operator tour menuju ke Maya Beach dan Phi-Phi Island di seputaran kawasan Patong. Kami juga memesan dari operator tour yang kebetulan membuka counter tepat di depan pintu keluar hotel. Sayang saya sudah lupa namanya. Selain memang ejaannya yang susah *Percayalah ! Nama-nama di Thailand sangat sulit untuk dibaca apalagi diingat*. Namun yang paling penting jangan lupa untuk menawar harga tour yang ditawarkan. 





Saat itu kami mendapatkan harga 1100 bath/orang atau sekitar Rp.300rb/orang. Sudah termasuk fasilitas antar jemput dari hotel ke pelabuhan PP, kapal cepat dengan jenis Power Boat 3 Engine Yamaha, pelampung untuk setiap orang, kaca Mata snorkeling dipinjamkan, soft drink, makan siang buffet di Phi-Phi Island,dengan rute pelayaran Maya BayMonkey IslandPhi-phi Island dan terakhir di Khai Island.


Pagi-pagi buta sekitar pukul 4.30 pagi kami sudah mempersiapkan diri. Dalam hati saya berdoa supaya Lil' A dan Lil' C tidak mabuk laut selama perjalanan dan setelahnya tidak sakit karena masuk angin. Kepikiran sih untuk tidak membawa mereka dan menitipkan pada orang tua yang tinggal di hotel namun Lil' A ngotot untuk ikut sementara saya sendiri tidak tega meninggalkan Lil'C dalam trip ini sementara kakaknya asyik seharian. Jadilah dengan berbekal antimo, tolak angin anak, minyak kayu putih, belasan baju ganti buat mereka dan seabreg kantong plastik (siapa tau mereka sea sick) berangkat kami sekeluarga beserta keluarga kakak dan adik saya.






Perjalanan menuju maya bay dimulai dari Pelabuhan Chalong Bay. Untuk menuju  Chalong Bay dari Patong-Phuket Island kurang lebih 2 jam perjalanan melewati high way yang berkelok-kelok. Itulah mengapa kami diminta bersiap pagi-pagi buta dan dijemput pukul 5.30 pagi. 



Perlu diketahui perjalanan ke Maya Bay menggunakan kapal cepat, dengan kecepatan sekitar 30 knot, dengan waktu tempuh sekitar satu jam pelayaran, dan kita akan menerjang ombak yang cukup besar, sehingga bagi yang tidak biasa perjalanan laut bisa mengakibatkan mabuk Laut atau sea sick, namun operator pelayaran sudah menyediakan sebelumnya obat sejenis antimo buat penumpang kapal. 


Menerjang ombak dengan kecepatan tinggi sangat mengasyikan, rasanya seperti kita sedang naik kora-kora. Bahkan Lil' A dan Lil' C menikmati perjalanan laut ini dengan berteriak senang saat operator ferry sengaja menghantamkan badan kapal ke ombak besar yang datang. Selama dalam perjalanan laut diusahakan memegang erat pegangan tangan, mengencangkan topi, atau syal atau yang lainnya karena angin sangat kencang menerjang. Bagi yang pernah bermasalah dengan tulang belakang, saya anjurkan untuk menghubungi operator boat karena hantaman kapal cepat mungkin membuat lebih ngilu. Perjalanan ini tidak dianjurkan bagi wanita yang sedang hamil karena akan mengalami guncangan hebat.






Maya Bay merupakan salah satu teluk terindah dan sangat cantik yang pernah saya kunjungi, teluk ini terletak di kawasan Taman Nasional, terlindung oleh tebing-tebing dengan tinggi 100 meteran di tiga sisi. Di dalam teluk terdapat  beberapa pantai, pantai-pantai tersebut akan muncul ketika air surut. Pantai yang utama adalah sepanjang 200 meter dengan pasir putih lembut halus, keindahan dan keanekaragaman biota bawah laut yang berwarna-warni, dapat kita lihat, terumbu karang dan ikan-ikan eksotis eksotis dengan warna yang mencolok, berenang di air yang sangat jernih dan laut yang tenang, hal ini luar biasa. Tahu film Beach dari Leonardo Dicaprio? Di Maya Beach inilah tempat pengambilan gambarnya dilakukan.



Kapal akan berhenti di tengah teluk ini dan menambatkan jangkar. Kemudian kami akan diberi waktu sekitar satu jam untuk melakukan snorkeling dan menyelam. Kami termasuk Lil'C juga ikut snorkeling dan berenang di tengah teluk. Tentu saja anak-anak diawasi secara ketat oleh kami. Airnya dingin sekali meski matahari bersinar dengan terik. Apabila ingin menyewa pin atau sepatu katak, maka harus membayar sekitar  100 baht atau Rp 30.000,- yang tersedia di port tempat berkumpul sebelum naik ke kapal. Sepatu katak atau pin harus digunakan untuk menghindari terluka karena karang yang sangat tajam atau terkena biota laut seperti bulu babi atau Sea Cucumber yang sangat beracun durinya.





Maya Bay hanya dapat dikunjungi dari bulan November sampai April, selain dari bulan itu Maya Bay sangat berbahaya bagi kapal, karena gelombang sangat besar dapat menghempaskan kapal ke karang. Waktu yang paling baik mengunjungi Maya Bay yaitu pagi hari, pada saat air laut masih pasang dan ombak sedang tenang, sehingga kapal dapat merapat ke pantainya. Jangan lupa untuk memakai sun block, karena panas sinar matahari sangat terik, sehingga bisa membakar kulit.






Setelah dari Maya Bay kami mengunjungi Monkey Island, yang dilanjutkan dengan makan siang di Buffet yang telah disediakan di phi-phi Island, makan sepuasnya All You Can Eat , menunya khas Thailand ada Tom Yam dan makanan lainnya yang saya tidak tau namanya, rasanya kurang sedap bagi saya karena mungkin dimasak secara masal dan restorannya berhawa sangat panas. Untuglah disediakan juga berbagai macam buah-buahan sehingga lumayan bisa membuat lebih segar. Justru Lil' A dan Lil' C melahap semua makanan yang saya ambil untuk mereka. Mungkin lapar setelah snorkeling dan berenang.


Perjalanan terakhir yaitu ke Khai Island yaitu sebuah pulau kecil, di Khai pengunjung dapat berjemur di pantai pasir putih atau melakukan snorkeling di taman lautnya dimana terdapat bergerombol ikan-ikan berwarna-warni dan airnya yang jernih. Hanya saja tempat ini sangat ramai dengan pengunjung, sehingga sulit untuk menemukan tempat duduk yang kosong atau apabila ingin berenang maka pantai sudah disesaki dengan orang. 







Kali ini saya malas untuk bermain air dan memilih menemani Lil' C bermain pasir sambil menyantap ayam bumbu Thailand yang banyak dijual di area Khai Island. Kalau mau jujur, bagi saya yang tinggal di Bali maka pantai, lautan serta biota laut di Thailand masih kalah cantik dibandingkan dengan yang berada di Bali. Hanya mereka bisa mengemas paket wisata lebih murah dan menarik. Mungkin hal inilah yang membuat jumlah wisatawan di Phuket Island lebih banyak.





Trip ke Maya Beach dan Phi - Phi Island berakhir usai sunset sekitar pukul 5.30 sore. Setelah itu kami pun kembali dengan ferry yang sama menuju ke  dermaga semula untuk diantar ke hotel masing-masing. Puji Tuhan anak-anak menikmati petualang ini dan sehat sampai liburan berakhir. 























































You May Also Like

0 komentar

Laman