Glamping di Pulau Menjangan

by - Februari 28, 2018

Beberapa waktu lalu kami mencoba glamping sebagai hal baru menghabiskan libur ahir tahun. 

Glamping sebetulnya kata baru. Merupakan kependekan dari glamour kemping. Intinya kemping yang tidak mau bersusah payah dan fasilitas serta suasana setara resort atau hotel berbintang. 





Awalnya suami tidak setuju dengan ide tersebut. Kalau kemping ya kemping aja, kalau mau di hotel ya di hotel aja

Tapi setelah melihat harga yang tercantum saat itu lebih murah dari harga hotel di lokasi yang sama akhirnya suami pun menyerah.





Saat itu kami memilih Menjangan Dynasti Resort sebagai pilihan untuk tinggal. 

Memang rencana awal kami ingin menjelajahi Pulau Menjangan, Nah, mengapa tidak sekalian melakukan glamping, toh memang harus menginap di lokasi tersebut karena jaraknya jauh dari Denpasar.



Pilihan hotel di dekat lokasi Pulau Menjangan tidak banyak. Pulau Menjangan sendiri merupakan suaka bagi hewan-hewan yang dilindungi di pulau Bali. 

Tentu saja menjangan atau rusa liar hidup dan berkembang di sana. Pulau Menjangan juga surga diving bagi pecinta wisata air. 





Untuk mencapai Pulau Menjangan satu-satunya alat transportasi yang digunakan ialah fast boat

Tempat untuk menginap yang paling dekat di daerah Pejarakan, Gerogak, Buleleng. 

Di daerah tersebut terdapat banyak pilihan akomodasi. Tempat kami glamping juga berada di dalam kawasan tersebut.








Reservasi yang kami lakukan masih dalam suasana libur Natal dan Tahun Baru 2017 sehingga rate hotel masih mahal. 

Saat itu kami mesti membayar Rp. 4.800.000/night untuk pilihan tenda yang standard. 

Disarankan untuk menginap tidak di rentang peak season. Harga bisa mencapai satu jutaan dengan pilihan tenda yang sama di hari biasa. Booking hotel kami lakukan via booking.com.




Untuk mencapai lokasi hotel, kami sempat tersesat. Ini dikarenakan lokasi hotel yang berada di pinggir pantai sementara jalan sekitar menuju ke sana masih raw

Namun, jalan akses menuju ke hotel tersebut sudah paving block. Dengan kebun jagung di kiri kanan akses jalan masuk. 

Wah ! Seru sekali seperti memasuki hutan untuk menemukan kejutan kecil. 

Selang beberapa lama gate masuk pun terlihat dengan dijaga beberapa security yang dengan ramah menyambut kedatangan kami.







Setelah membereskan administrasi, kami pun diantar menuju ke tenda yang akan menjadi kamar kami dalam beberapa hari ke depan. 

Bentuknya memang seperti tenda, hanya saja fasilitas di dalamnya seperti resort. 

Dimana terdapat tempat tidur nyaman, AC, televisi cable, wifi hingga perlengkapan toiletries yang lengkap. 





Hanya saja letak bath room dan toilet yang cuma dipisahkan oleh pembatas dari rotan, sedikit membuat kami risih saat mandi atau buang air. 

Terpaksa yang lain keluar apabila salah satu ingin menggunakan toilet. Walaupun kami satu keluarga, rasanya tidak nyaman apabila orang lain mesti melihat kami dalam posisi BAB. Uh..! Malu!




Hal itu saja yang sih yang menurut kami sedikit menganggu. Lainnya sangat memuaskan. 

Di dalam kompleks resort terdapat banyak lokasi kolam renang sehingga tidak perlu berdesakan dengan yang lain. 

Bahkan air kolamnya pun hangat. Kolam renang yang terletak dekat dengan tenda kami dilatarbelakangi lautan dan deretan gunung. Cantik sekali.










Lokasi yang terpencil membuat kami agak kesulitan untuk mencari makanan. 

Namun hotel ini juga memiliki restoran dengan menu yang beragam. 

Rate yang dipatok merupakan rate standard resort. Kurang lebih Rp.400.000 untuk sekali makan berempat. 




Saat itu sarapan yang disajikan dalam bentuk ala carte. Namun jangan khawatir, meski ala carte ragam yang disajikan tidak kalah dengan buffet

Disajikan secara bertahap, dari appetizer, main course hingga dessert

Dari home made yogurt, fresh fruits, beragam pastry, beragam butter dan selai, nasi goreng, mie goreng, cereal, sate ayam, sosis, dan banyak lagi ragamnya. 

Kami nikmati semua sambil menikmati laut yang biru tenang menyapa pagi.













































You May Also Like

0 komentar

Laman