Book #99 : China Rich Girlfriend

by - Maret 01, 2018

Sudah lama sekali rasanya tidak update blog. Utamanya review buku. Padahal komitmennya tahun 2018 berhasil membaca 100 buku. Apakah komitmen tinggal semangat belaka? Hehehe. Membaca sih masih berjalan terus sampai detik ini. Hanya menulis di blog makin lama frekwensinya makin jarang. Alasannya? Males! Alasan jujur dan apa adanya ini. Pekerjaan lain yang lebih penting dari blogging berderet menjadi prioritas. Membuat makin jarang untuk update blog. Memang benar kata orang bijak. No body is too busy, It's just a matter of priorities.

Namun kali ini, di tengah-tengah membuat laporan psikotes yang semakin menumpuk. Saya sempatkan untuk meriview buku yang sekitar 3 bulan lalu saya baca. Duh lamanya !




Info buku :

Pengarang : Kevin Kwan

Judul : China Rich Girlfriend (Versi Indonesia : Kekasih Kaya Raya)

Resensi :

Di Buku kedua ini akhirnya Nick Young menikah dengan Rachel Chu. Nick yang notabene berasal dari keluarga super kaya dari jaman baehula di Singapura rela melepaskan gelar keningratannya demi mempersunting Rachel yang merupakan gadis biasa-biasa saja yang berprofesi sebagai dosen ekonomi. 

Berawal dari pesta pernikahan mereka yang mendadak di hadiri oleh ibu Nick, meskipun Nick tidak pernah mengundang bahkan memberitahu. ibu Nick menghadiri pesta tersebut dengan helikopter - sehingga membuat venue pernikahan semrawut - akibat terpaan baling-baling. Nah ! Berawal dari situlah konflik pencarian ayah kandung Rachel terjadi. Tenyata ayah kandung seorang Rachel Chu adalah....- baca sendiri ya -

Dalam buku kedua ini, konflik Kitty Pong si social climber yang gagal menikahi kerabat Nick juga diberikan porsi yang dramatis. 

Begitu juga Astrid sepupu Nick yang merupakan perempuan paling sempurna di Singapura - apabila dilihat dari sisi penampilan, warisan, dan harta pribadi.- Akhirnya bisa menemukan kembali kehidupan jet setnya ketika Michael suaminya sukses dalam bisnis IT bahkan dijuluki Asia's Bill Gates. Perubahan Michael dari nobody menjadi somebody yang menjadi konflik mereka berdua. Terlebih setelah mereka mengetahui siapa sosok yang membuat Michael dapat meraih sukses besar.





Buku ini masih sama menarik dengan sekuel pertamanya. Konflik beberapa tokoh yang di buku pertama hanya menjadi pelengkap nampak diberi porsi lebih dalam buku kedua ini. 

Jujur, saya pribadi lebih menikmati konflik yang terjalin antara Astrid, Michael serta Mr.X yang membantu Michael menjadi kaya rasa. Rasanya lebih "membumi" dibandingkan konflik Rachel dalam pencarian ayah kandungnya. 

Ending memang tidak berbeda jauh dengan kisah cinta si super kaya dan si miskin yang sejenis. Tapi memang saya tidak pernah berasumsi berlebih saat membaca buku semacam ini. Cukup membuat saya tertawa, membayangkan sudut-sudut kota tua Singapura lengkap dengan kulinernya merupakan harapan paling tinggi saat pertama kali membuka lembar pertama untuk dibaca. Happy reading!









You May Also Like

0 komentar

Laman