Nyepi Getaway : Istana Panda Cisarua

by - Maret 21, 2018

Hari kelima dalam menghabiskan liburan Nyepi rencananya akan dihabiskan di Taman Safari Cisarua - Bogor. Sebelumnya kami berkunjung ke BandungMuseum Geologi dan Saung Mang UdjoLembang serta Taman Bunga Nusantara.   

Ini kunjungan saya yang ke lima di Taman Safari Cisarua. Serta kunjungan ke dua buat yang lain. Yaelah! Hobby banget ya ke Taman Safari. Sebagai keluarga dimana anak-anaknya masih kecil serta masih mau diajak jalan-jalan bareng, selain thema park maka kebun binatang atau taman safari merupakan daftar wajib bagi orang tua demi melihat si buah hati happy hohoho.




Kunjungan yang kesekian ini bedanya kami rencanakan hanya akan puas-puasin melihat panda. Ya, panda binatang yang hampir punah ini sejak November 2017 berada di Indonesia. Merupakan hadiah dari RRC buat negara Indonesia. Selain panda juga terdapat panda merah dan binatang khas negara tirai bambu tersebut. Ditambah lagi Lil' A sedang senang-senangnya dengan binatang bercorak hitam putih ini. Mungkin karena ndut chubby mirip mommy-nya.




Untuk ke Cisarua malam sebelumnya kami sengaja menginap di daerah Cipanas. Supaya jarak tempuh tidak terlalu jauh. Saat itu kami menginap di Hotel Sahid Eminence. Kamarnya lumayan luas. 

Pagi sekitar pukul 6.30 WIB kami sudah berangkat ke Cisarua guna menghindari buka tutup jalan. Walaupun berangkat pagi namun sayang kami tetap tidak dapat menghindari kemacetan akibat peraturan buka tutup jalan tersebut. 





Saya juga baru tahu bahwa pada jam-jam tertentu ruas jalan menuju Jakarta di tutup selama dua jam begitu juga sebaliknya pada jam berbeda. Benar-benar hal yang menjengkelkan, karena mobil benar-benar berhenti selama 2 jam lebih.



Untunglah penduduk lokal yang berjualan bandrek menawarkan jasa guide melewati jalan alternatif ke Cisarua. Dengan membayar seratus ribu rupiah, kami pun di pandu oleh penduduk lokal melewati jalan rusak yang belum diaspal, melintasi kebun teh serta perkampungan penduduk. Kami sedikit terhibur karena pemandangan hamparan perkebunan teh di kiri kanan memanjakan mata.




Sekitar satu jam akhirnya kami sampai tepat di depan pintu gerbang Taman Safari Indonesia. Saya  tidak bisa membayangkan jam berapa kami akan sampai apabila masih terjebak di kemacetan buka tutup jalan. 

Tiket masuk reguler dengan atau tanpa melihat panda ternyata dibedakan nominalnya. Untuk umum sebesar Rp.230 ribu kalau ingin berkunjung ke Istana Panda namun tiket reguler tanpa melihat panda, cukup membayar Rp. 180 ribu. Tentu saja kami membeli tiket terusan ke istana panda.



Saya pribadi ingin langsung saja ke istana panda karena sudah sering tour di taman safari namun anak-anak protes. Akhirnya kami masih menyempatkan untuk animal tour di dalam. 




Setelah puas megelilingi taman safari, kami segera naik menuju ke istana panda tersebut. Ternyata panda di tempatkan secara terpisah, sangat jauh di atas bukit. Setelah melihat penjelasannya baru tahu hal itu dilakukan demi membuat ekosistem yang sama dengan negara asalnya. Bahkan di kawasan tersebut dipenuhi tanaman bambu sebagai pakan panda. 




Untuk menuju istana panda harus menaiki shulter bus khusus. Mobil pribadi tidak diperbolehkan masuk. Jalan yang dilalui terdapat jurang di sisi kiri dan kanannya. Kira-kira lima belas menit kami pun sampai ke istana panda.

Bangunan bernuansa oriental segera menyapa. Dilatarbelakangi gunung yang berkabut. Untuk melihat panda yang bernama Hu Chun dan Chai Tao harus naik ke lantai tiga bangunan tersebut. 



Sebelumnya diputar sejarah tentang panda di China dan keberadaannya yang semakin mengenaskan akibat berbagai faktor. Panda merupakan hewan dalam zona red  ancaman kepunahan.




Nah! Waktunya melihat Hu Chun dan Chai Tao. Chai Tao yang berjenis kelamin betina dan Hu Chun jantan. Untuk melihat mereka pengunjung tidak diperbolehkan untuk bersuara keras, menggunakan flash light saat memotret ataupun sembarangan memberi makan.




Sayang ketika kami berkunjung tidak bertepatan dengan waktu feeding. Jadi tidak sempat melihat kelucuan mereka makan bambu. Namun terobati saat mendapat kesempatan feeding panda merah yang bernama Nian Nian dan Xie Liang. Untuk feeding panda merah cukup membeli pakan seharga Rp.50 ribu.



Waktu Hu Chun dan Chai Tao dihabiskan untuk tidur sepanjang hari. Lil'A menjelaskan itu karena bambu sebagai makanan pokok memiliki energi yang minim bagi tubuh panda. Lil'A mengetahui informasi tersebut dari nat geo magazine



Walaupun tidur-tiduran saja tapi memang panda ini binatang yang mengemaskan. Masih dalam keluarga beruang tapi keganasan serta keliarannya tertutup oleh tubuh gendut berbulu tebalnya yang khas. Cuteee...!




























You May Also Like

0 komentar

Laman