Nyepi Getaway : Bandung #Day 2

by - Maret 18, 2018

Setelah kemarin kami sekeluarga sampai di Bandung, ini merupakan hari kedua di kota Paris Van Java. Diawali dengan alarm di hp yang berbunyi pukul 4.30 Wita yang berarti 3.30 waktu Bandung. 

Kebiasaan bangun pagi pun tetap terjadi saat berlibur. Saya menarik kembali selimut dan kembali mencoba tidur lagi namun sampai jarum jam digital menunjukkan pukul 6.00 WIB mata tidak mau kompromi untuk bermalas-malasan.

Akhirnya saya mandi dan berkemas mempersiapkan apa saja yang sebaiknya dibawa untuk trip hari ini. Tak lama Lil'C, Lil'A serta suami pun bangun. Setelah semua mandi, harum dan rapi kami pun turun untuk makan pagi. 



Sarapan yang disajikan khas hotel-hotel di Indonesia. Komplet dan tentu saja sesuai selera kami. Pilihan dari nasi goreng, timbel, lontong ayam hingga beragam pastry semua ada. Suka deh.




Tujuan pertama trip kali ini ke museum geologi. Sebetulnya Lil'A sudah pernah ke museum tersebut. Saat umurnya 4 tahun. Sedangkan Lil'C belum pernah. Namun karena kami suka sekali berkunjung ke museum jadi memang tidak masalah apabila sekali lagi berkunjung kembali.

Sayangnya saat itu bertepatan dengan kunjungan anak-anak sekolah. Duh! Suasananya ramai sekali seperti pasar. Penuh sesak.



Lil'C tampak kurang nyaman karena kepanasan dan berdesakan sehingga kamipun memutuskan untuk tidak berlama-lama di dalam.
Tapi terlepas dari keriuhan pengunjung. Museum geologi masih menarik sekali untuk dikujungi. Bukan karena suami geologist namun di sana banyak pengetahuan yang bisa diperoleh.

Pada bagian fosil, Lil'A dan Lil'C terlihat lebih antusias. Biaya masuk museum ini juga murah sekali. Rp.10.000/orang.




 
Setelah itu kami makan siang di dekat ITB. Rumah makan Sunda yang saya lupa namanya. Cuma masakannya terlalu manis dan sambalnya kurang pedas. Jadi menurut saya tidak terlalu istimewa baik masakan maupun tempatnya.

Selanjutnya kami berkunjung ke Saung Mang Udjo. Ini tujuan utama saya ke Bandung.

Beberapa kali saya membaca review tentang Bandung di forum maupun artikel wisata. Tempat kesenian ini selalu masuk daftar kunjung. Terlebih bagi kami yang selalu ingin mengenalkan budaya tanah air ke anak-anak, tempat ini jangan sampai kami lewatkan.

Ada apa di sana? Jadi Saung Mang Udjo adalah tempat pertunjukkan kesenian Sunda yang terdiri dari wayang golek, tari serta tentu saja musik angklung. 




Didirikan oleh Mang Udjo beserta istri. Kini anak Mang Udjo sendirilah yang meneruskannya. Acaranya dikemas menarik lho. Meski saya dan keluarga tidak ada yang mengerti bahasa Sunda namun kami sangat menikmati atraksi demi atraksi.

Favorit saya ialah saat anak Mang Udjo mengajarkan pengunjung bagaimana cara dasar bermain angklung. Wah! Seru sekali. Beberapa lagu bisa dimainkan oleh pengunjung dengan arahan beliau. Kami jadi makin cinta dengan budaya asli tanah air.

Saung ini juga dilengkapi restoran serta toko cinderamata. Biaya tiket masuk untuk walk in customer Rp.50.000/orang dan mendapat satu welcome drink. Pilihannya air mineral atau es lilin.




Selesai pertunjukkan hari sudah gelap. Sebelum kembali ke hotel kami makan malam di Jl.Veteran yang dipenuhi bangunan peninggalan Belanda. Kami memilih bakso sebagai menu dinner. Wuihh..! Rasanya mantab !

Oiya! Terakhir kami ke Bandung sekitar 5 tahun yang lalu. Kota ini sekarang jauh lebih rapi dan bersih. Kaki lima yang dulu berdesakan di pinggir jalan, pengamen dan pengemis sudah tidak nampak lagi. Berganti dengan kafe-kafe yang menarik untuk disinggahi. Bangunan-bangunan art deco bekas peninggalan sejarah juga semakin mempercantik ibu kota Jawa Barat tersebut. Explore Bandung hari selanjutnya bisa dibaca di sini ya.




















You May Also Like

0 komentar

Laman